Tugas Review Artikel "Profound perturbations are found in the proteome and metabolome in children with obesity after weight loss intervention "

 

Judul : Profound perturbations are found in the proteome and metabolome in children with obesity after weight loss intervention

Jurnal : HELIYON

Volume : 10

Tahun : 2024

Penulis : Xiaoguang Liu, Huiguo Wang, Lin Zhu




            Obesitas pada anak merupakan masalah kesehatan global yang mendesak. Lebih dari 340 juta anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2016, menurut penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mencerminkan peningkatan tajam tingkat obesitas pada anak dan remaja dalam beberapa dekade terakhir. Obesitas dapat berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup anak selain masalah kesehatan fisik. Oleh karena itu, untuk mengatasi kondisi ini diperlukan intervensi gaya hidup yang tepat, seperti perubahan pola makanan dan peningkatan aktivitas fisik.

Penelitian ini melihat bagaimana intervensi penurunan berat badan selama 30 hari memengaruhi profil metabolom dan proteom anak-anak yang mengalami obesitas. Ethical Committee of Guangzhou Sport University menyetujui metode multi-omik yang digunakan dalam penelitian ini, yang mencakup pemilihan enam anak obesitas berusia antara 10 dan 14 tahun sebagai peserta. Anak-anak yang memenuhi persyaratan obesitas untuk indeks massa tubuh (BMI) dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung, penyakit ginjal, hepatitis B, atau kondisi kronis lainnya dimasukkan dalam kriteria inklusi.

Peserta dalam periode intervensi mengikuti program peningkatan aktivitas fisik dan kontrol diet yang teratur, dengan pemantauan asupan makanan dan tingkat olahraga mereka. Setiap peserta diambil serumnya untuk diteliti proteom dan metabolome-nya sebelum dan sesudah intervensi. Informasi klinis juga dikumpulkan, seperti tinggi badan, berat badan, BMI, lingkar pinggul dan pinggang, dan pengukuran kadar lipid (HDL, LDL, trigliserida, dan kolesterol total). Analisis proteome dilakukan untuk menemukan protein yang diekspresikan secara berbeda, sedangkan analisis metabolome dilakukan dengan menggunakan kromatografi cair-spektrometri massa (LC-MS). Untuk menyelidiki jalur metabolisme yang terlibat dalam respon terhadap intervensi penurunan berat badan, data yang dikumpulkan dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik integrasi multi-omik.

Hasil penelitian ini menunjukkan penurunan yang signifikan dalam persentase  masa tubuh (BMI), lingkar pinggang, lingkar pinggul, dan indeks massa tubuh (BMI) setelah intervensi gaya hidup. Selain itu, penanda lipid termasuk kolesterol LDL, trigliserida, dan kolesterol total menurun, sedangkan kadar HDL relatif tidak berubah

Analisis metabolomik menemukan 165 metabolit yang berbeda di seluruh periode sebelum dan sesudah intervensi, sementara analisis proteomik mengungkapkan 43 protein yang diekspresikan secara berbeda. Tujuh jalur KEGG yang penting ditemukan dengan menggunakan analisis integrasi multi-omik, yang menunjukkan adanya hubungan antara protein dan metabolit yang terlibat dalam proses penurunan berat badan. Respons terhadap intervensi ditemukan secara signifikan dipengaruhi oleh jalur metabolisme histidin dan gliserofosfolipid, yang memberikan wawasan baru tentang mekanisme biologis di balik manfaat menguntungkan dari modifikasi faktor gaya hidup pada anak obesitas.

Kekuatan dari penelitian ini adalah metodologi multi-omiknya, yang menggabungkan analisis proteome dan metabolome untuk memberikan pengetahuan yang komprehensif mengenai perubahan biologis pada anak obesitas yang disebabkan oleh intervensi gaya hidup, yang meliputi pemantauan pola makan dan aktivitas fisik selama 30 hari, sehingga meningkatkan validitas hasil. Selain itu, dengan secara efektif mengidentifikasi jalur metabolisme yang signifikan seperti metabolisme histidin, penelitian ini dapat membuka jalan bagi strategi terapi baru.

Ada beberapa bagian dari kekurangan penelitian ini yang perlu diperhatikan. Pertama, hanya ada enam anak obesitas dalam ukuran sampel penelitian yang relatif kecil. Kedua, meskipun penelitian ini menggunakan metodologi multi-omik, analisisnya terbatas pada periode intervensi 30 hari. Selain itu, penelitian ini tidak memperhitungkan variabel-variabel lain yang dapat berdampak pada hasil penelitian, seperti dukungan sosial, lingkungan, dan aspek psikologis yang mungkin berdampak pada seberapa baik strategi penurunan berat badan. Terlepas dari kenyataan bahwa penelitian ini mengidentifikasi sejumlah jalur metabolisme yang penting, mekanisme yang tepat yang mendasari perubahan tersebut tidak diperiksa secara menyeluruh, yang akan menambah pemahaman kita tentang patofisiologi obesitas dan efektivitas terapi.

Menurut penelitian ini, perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik merupakan dua intervensi gaya hidup yang secara signifikan menurunkan risiko anak untuk mengalami obesitas. Penelitian ini berhasil mendeteksi modifikasi pada profil metabolom dan proteom serta menawarkan perspektif baru tentang proses molekuler di balik penurunan berat badan. Temuan ini menawarkan dasar yang kuat untuk studi tambahan dan pembuatan rencana pengobatan yang lebih kuat untuk memerangi obesitas pada anak, terlepas dari durasi intervensi yang singkat dan ukuran sampel yang kecil.

 


(Anna Firdianna Putri)

D4 Tata Boga

Komentar